Xperia F Jadi Ponsel Layar Lipat Pertama Sony

Nuryono Satria Jerez July 17, 2019 0
Smartphone layar lipat juga menggoda Sony. Setelah Samsung, Xiaomi, dan Huawei ramai-ramai mengembangkan smartphone layar lipat, kini giliran Sony dikabarkan juga segera merilis perangkat yang bisa dilipat. Meski sudah keluar dari pasar ponsel pintar di beberapa negara, Sony siap meluncurkan smartphone layar lipat pertamanya dengan nama Xperia F.


Dikutip dari media Tiongkok CNMO via Ubergizmo, Kamis (30/5), smartphone layar lipat pertama Sony itu diprediksi bakal meluncur pada 2020 dengan nama Xperia F. Dari nama seri tersebut, besar kemungkinan huruf "F" itu berarti foldable (dapat dilipat). Laporan yang sama juga menyebut, Sony akan menggunakan panel layar OLED fleksibel dari Samsung--mungkin layar yang sama di ponsel Galaxy Fold--untuk Xperia F.

Meski menggunakan layar buatan Samsung, Sony akan tetap mempertahankan konsep layar yang lebih tinggi--seperti Xperia sebelumnya--pada perangkat yang dapat dilipat. Disebutkan, layar Xperia F bakal memiliki aspect ratio 21:9, sama seperti smartphone flagship mereka, yaitu Xperia 1.

Masih belum diketahui apakah perangkat tersebut akan memiliki resolusi UHD 4K yang sama dengan Xperia 1. Namun, ada kemungkinan smartphone layar lipat milik Sony ini sudah mendukung teknologi 5G. Toh, perangkat ini dipercaya bakal meluncur di pasaran pada 2020. Sayangnya, hingga saat ini Sony belum memberikan konfirmasi atau pun bantahan terkait kabar smartphone layar lipat tersebut.

MediaTek Pamer Chipset 5G

Nuryono Satria Jerez July 17, 2019 0
Qualcomm yang lebih dulu merilis chipset 5G benar-benar membuat MediaTek panas. Tak heran jika ajang Computex 2019 di Taipei dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan memperkenalkan System-on-chip (SoC) 5G pertamanya.


SoC 5G ini punyanya fabrikasi 7nm. Lebih menariknya lagi, mengusung arsitektur ARM terbaru yang belum lama diperkenalkan, yakni Cortex-A77 CPU dan Mali-G77 GPU.

Di dalam SoC 5G Mediatek tersemat modem Helio M70 yang mendukung jaringan 5G NR sub5-6GHz standalone dan non-standalone(SA/NSA). Alhasil mendukung konektivitas dari 2G hingga 4G guna menjembatani akses ke jaringan yang sudah ada, sementara jaringan 5G sedang dibangun di seluruh dunia.

Helio M70 menyuguhkan kecepatan download hingga 4,2 Gbps. Sementara upload 2,5 Gbps. Selain itu juga punya kemampuan penghematan daya secara cerdas dan pengelolaan daya komprehensif sehingga memperpanjang daya baterai.

MediaTek SoC 5G dilengkapi AI processing unit terbaru. Mendukung lebih banyak aplikasi AI tingkat tinggi, termasuk untuk pencitraan seperti de-blur, memungkinkan pengguna mendapatkan foto terbaik bahkan ketika subyek foto bergerak cepat.

Disebutkan pula SoC ini mendukung encode/decode video 4K pada 60fps. Tak kalah menariknya MediaTek memberikan kamera resolusi super tinggi hingga 80MP. MediaTek mengaku sudah mulai bekerja dengan para operator selular terkemuka, pembuat perangkat dan pemasok terkait melakukan verifikasi akan kesiapan pasar untuk teknologi 5Gnya di mobile, smart home dan mobil cerdas.

"Industri, OEM, dan konsumen memiliki harapan tinggi dari 5G. Kami yakin perangkat-perangkat yang ditenagai chipset 5G MediaTek, dengan arsitekturnya yang canggih, fitur-fitur pencitraan terkemuka, AI hebat dan kecepatan 5G ultra-cepat, akan menghasilkan berbagai pengalaman yang luar biasa," kata Joe Chen, President MediaTek.

Huawei Kembangkan Chip Sendiri

Nuryono Satria Jerez July 16, 2019 0
Sikap pemerintah Amerika Serikat yang memasukkan Huawei dalam daftar hitam larangan perdagangan AS, benar-benar membuat perusahaan asal Tiongkok itu pusing tujuh keliling. Langkah ini membuat Huawei terputus lisensinya dengan Android (Google), serta beberapa perusahaan lain, seperti Qualcomm dan Intel.


Selain deretan pabrikan kenamaan AS yang memutus kontrak dengan Huawei, salah satu perusahaan chip veteran dunia, yakni ARM, juga memutus kontrak dengan Huawei. Awalnya diprediksi kalau diputusnya lisensi ARM dengan Huawei akan jadi pukulan yang lebih keras ketimbang putusnya dengan Google. Namun, Huawei menegaskan bahwa hal ini tak akan berpengaruh secara banyak.

Berdasarkan pernyataan Huawei Global, belum lama ini, mereka masih memiliki lisensi untuk ARM8 yang sifatnya permanen. "Huawei telah memperoleh lisensi permanen untuk arsitektur ARM8, yaitu set instruksi ARM 32/64-bit. Prosesor saat ini adalah produk dari set instruksi ini," tulis Huawei Global.

Deretan prosesor Huawei, seperti Kirin 710 dan Kirin 980 sendiri adalah produk dari arsitektur ARM8. Selain itu, Kirin 985 yang kini masih dalam proses produksi, juga sama.

Huawei sendiri juga menekankan bahwa pihaknya mampu untuk mendesain chip atau prosesor ARM sendiri, jika dalam jangka panjang pemutusan lisensi ini tidak ditangguhkan. "Huawei menekankan bahwa Huawei dapat sepenuhnya mendesain prosesor ARM secara independen, dan melengkapi hak kekayaan intelektual, serta dapat mengembangkan proses ARM secara independen untuk jangka panjang, terlepas dari lingkungan eksternal," ungkap Huawei Global.

"Dengan kata lain, bahkan jika ARM nantinya tidak dapat memberi otorisasi instruksi ARM diatur di bawah tekanan tertentu, Huawei tidak akan terpengaruh," sambungnya.

Lebih lanjut, Huawei menjamin bahwa prosesor Huawei akan tetap diproduksi karena tak ada blokade teknis dalam produksinya. Serta akan dilakukan deretan penelitian dan pengembangan untuk produksi chip di masa depan. "Tidak ada blokade secara teknis, dan penelitian serta pengembangan chip Huawei akan berlanjut di masa depan," tutupnya.

Asus Punya Laptop Layar Ganda

Nuryono Satria Jerez July 16, 2019 0
Asus mengumumkan laptop terbarunya yang diberi label ZenBook Pro Duo pada ajang Computex 2019 di Taiwan. Laptop tersebut memiliki layar ganda berkualitas 4K.

Dilansir dari laman Thenextweb, beberapa waktu lalu, laptop Asus tersebut memiliki layar utama UHD 4K berukuran 15,6 inci dengan rasio aspek 16:9. Sementara itu, layar sekundernya merupakan layar UHD 4K 14 inci, disebut ScreenPad Plus, dengan rasio aspek 32: 9.


Perusahaan teknologi telah membuat perangkat lunak sedemikian rupa, sehingga layar sekunder dapat digunakan sebagai monitor terpisah atau ekstensi ke tampilan utama. Asus juga telah berhasil memasukkan keyboard fisik tepat di bawah layar sekunder.

Mengenai spesifikasi under-the-hood, laptop dihiasi dengan beberapa komponen mumpuni. Terdapat prosesor Intel Core i9-9980HK generasi ke-9 dan RAM 32GB. Selain itu ada juga dukungan GPU NVIDIA GeForce RTX 2060 (6GB GDDR6 VRAM) sebagai bahan bakar grafis.

Laptop ini juga mendukung 1TB PCIe x4 SSD, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.0, dan webcam IR. Selain itu, ia menjadi tuan rumah empat bidang jauh untuk memicu asisten seperti Amazon Alexa dan Microsoft Cortana.
Asus juga meluncurkan Zenbook Duo yang lebih kecil dengan layar full HD primer 14 inci dan layar full HD sekunder 12,6 inci. Ini didukung oleh prosesor Intel Core i7 dengan hingga 16GB RAM.

TeleCTG goes to America

June 30, 2019 0
The Creative Economy Agency (Bekraf) appointed TeleCTG) to represent Indonesia to the South by Southwest (SXSW) 2019 festival in Austin Texas which lasted 10 to 17 March 2019. In its official statement on Thursday (7/3),


Sehati TeleCTG Co-Founder and CPO Abraham Fauzan revealed that this was an opportunity to get to know the United States and world markets. He also hopes to get new market potential internationally.

For information, TeleCTG is a company engaged in medical technology. Complete, TeleCTG is a portable version of conventional CTG medical devices. "With this much cheaper tool, we help mothers in remote areas of Indonesia to get equal opportunities for maternal health services. "We will display our patented device as the first and only diagnostic medical device from Indonesia," Abraham said.

According to him, currently there are indeed many changes in the world of health. The most influential factor is technological innovation. Ten years ago a large CTG machine was one of the reasons why access to use was more limited.

"That is what the TeleCTG wants to overcome, this telemedicine-based medical device allows Midwives to monitor fetal well-being and consult with a doctor. "The form is compact and portable, allowing the work of the nation's children to be easily carried and used in remote areas," added Abraham.

Further to its function TeleCTG or telecardiotocography is useful for monitoring heart rate and fetal movements, as well as uterine contractions during a baby in the womb.

This examination is carried out to monitor any disturbance in the baby or to see the well-being of the fetus in the womb of the pregnant woman anytime and anywhere, and to help alert the doctor and midwife so that they can provide immediate treatment.